HUBUNGAN KEPATUHAN PEMBATASAN CAIRAN DENGAN TERJADINYA HIPERVOLEMIA PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DI RUANG HEMODIALISA
Fluid Restriction Compliance and Hypervolemia in Chronic Kidney Disease Patients Undergoing Hemodialysis
DOI:
https://doi.org/10.55887/jski.v3i1.38Keywords:
Cairan, Gagal Ginjal, Hipervolemia, KepatuhanAbstract
Latar Belakang: Gagal Ginjal Kronik dapat didefinisikan sebagai kerusakan fungsi ginjal yang progresif dan tidak dapat pulih kembali,sehingga tubuh kehilangan kemampuannya untuk mempertahankan metabolisme, keseimbangan cairan dan elektrolit yang menyebabkan peningkatan ureumia. Pasien Gagal Ginjal kronik yang menjalani hemodialisa diketahui bahwa paling banyak mengalami kelebihan cairan sehingga terjadi perubahan berat badannya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan kepatuhan pembatasan cairan terhadap terjadinya hipervolemia pada pasien gagal ginjal kronik di ruang Hemodialisa. Metode : Penelitian ini menggunakan diskriptif korelasi pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien gagal ginjalkronik yang menjalani hemodialisa di RS Balimed Denpasar. Jumlah sampel sebanyak 90 responden dengan menggunakan teknik quota sampling. Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan kuesioner untuk keparuhan pembatasan cairan, dan alat ukur untuk kejadian hipervolemia menggunakan lembar catatan pengukuran berat badan. Hasil: Kepatuhan pembatasan cairan kategori kurang patuh sebanyak 65 responden (72,2%) dan kejadian hipervolemia kategori hipervolemia ringan sebanyak 71 responden (78,9%). Hasil uji korelasi menunjukkan nilai p = 0,019 (< α 0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara kepatuhan pembatasan cairan terhadap terjadinya hipervolemia pada pasien gagal ginjal kronik di ruang hemodialisa. Pasien gagal ginjal kronis dalam lingkup rumah sakit, perawat bisa memeberikan pendidikan maupun konseling kesehatn mengenai pembatasan cairan dapat berupa diskusi atau menggunakan audio visual dengan demosntrasi sehingga pasien HD tidak hanya mendengar tetapi juga bisa langsung mempraktekannya.
References
Arifuddin, M. (2023). Hubungan Tingkat Kepatuhan Pembatasan Cairan Dengan Interdialytic Weight Gain (IDWG) Pada Pasien Chronic Kidney Disease (CKD) Yang Menjalani Hemodialisis Di RSUD Bangil Pasuruan (Universitas Bina Sehat PPNI). Universitas Bina Sehat PPNI. Retrieved from https://repositori.ubs-ppni.ac.id/handle/123456789/2105
Chris, E., Gultom, V., Yudeti, F., & Lumban, K. B. (2024). Faktor - faktor yang Berhubungan Dengan Peningkatan Interdialytic Weight Gain Pasien Hemodialisis. Jurnal Keperawatan Cikini, 5(1), 46–57.
Harun, L., Nurhikmah, & Riyadi, M. (2023). Hubungan Penderita Diabetes Militus Terhadap Tingkat Keparahan Gagal Ginjal Kronik Pada Pasien Yang Menjalani Hemodialisis di RS Banjarmasin. Journal of Nursing Invention, 4(1), 25–34. https://doi.org/10.33859/jni.v4i1
Herlina, S., & Rosaline, M. D. (2021). Kepatuhan Pembatasan Cairan Pada Pasien Hemodialisis. Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan Dan Kesehatan, 9(1), 46–54. https://doi.org/10.20527/dk.v9i1.9631
Hermawati, & Mulyaningsih. (2024). Hubungan Dukungan Keluarga Terhadap Kepatuhan Diet Cairan Pasien Di Unit Hemodialisa. Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan, 16(1). https://doi.org/10.36729/bi.v15i2.1129
Herwinda, Kusumajaya, H., & M.Faizal, K. (2023). Journal of Nursing Practice and Education. Journal of Nursing Practice and Education, 3(2), 119–127. https://doi.org/10.34305/jnpe.v3i2.678
Kementerian Kesehatan RI. (2020). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2019. Jakarta.
Khairunnisa Z., Sofia, R., & Magfirah, S. (2021). Dengan Perilaku Pencegahan Covid-19pada Masyarakat. Jurnal Averrous, 6(1), 1–11.
Kovesdy, C. P. (2022). Epidemiology of chronic kidney disease: an update 2022. Kidney International Supplements, 12(1), 7–11. https://doi.org/10.1016/j.kisu.2021.11.003
Kozier, E., & Berman, S. (2010). Buku Ajar Fundamental Keperawatan Konsep, Proses & Praktek (5th ed.; E. M., W. Esti, & Y. Devi, Eds.). Jakarta: EGC.
Kurnia, E. (2021). Kelebihan Volume Cairan Pada Pasien Gagal Ginjal Kronis Yang Menjalani Hemodialisa. Jurnal Penelitian Keperawatan, 7(1), 32–38. https://doi.org/10.32660/jpk.v7i1.556
Liyanage, T., Toyama, T., Hockham, C., Ninomiya, T., Perkovic, V., Woodward, M., … Praditpornsilpa, K. (2022). Prevalence of chronic kidney disease in Asia : a systematic review and analysis. BMJ Global Health, 7(1), 1–9. https://doi.org/10.1136/bmjgh-2021-007525
Melianna, R., & Wiarsih, W. (2019). Hubungan Kepatuhan Pembatasan Cairan Terhadap Terjadinya Overload Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Post Hemodialisa Di Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati. Jurnal Ilmiah Keperawatan Orthopedi, 3(1), 37–46. https://doi.org/10.46749/jiko.v3i1.28
Nursihhah, M., & Wijaya, D. S. (2021). Hubungan kepatuhan diet terhadap pengendalian kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe 2. Jurnal Medika Hutama, 2(3), 1002–1010.
Ogur, A. T., & Manik, D. R. (2023). Hubungan Pengetahuan Dengan Kepatuhan Pasien Dalam Pembatasan Cairan Pada Pasien Yang Menjalani Hemodialisa Di Rumah Sakit Stella Maris Makassar (STIKES Stella Maris Makasar). STIKES Stella Maris Makasar. Retrieved from http://repository.stikstellamarismks.ac.id/226/
Rahma, S. F. A. (2017). Hubungan Kepatuhan Pembatasan Cairan Terhadap Terjadinya Hipervolemia pada Pasien Gagal Ginjal Kronik di Ruang Hemodialisa RSUD Dr.Harjono Ponorogo. STIKES Bhakti Husada Mulia Madiun.
Syara, A. M., & Fridayanti, S. (2024). Hubungan Kepatuhan Asupan Cairan Dengan Terjadinya Hipervolemia Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisa di Rumah Sakit GM. Jurnal Kesehatan Masyarakat & Gizi, 6(2), 362–367. https://doi.org/10.35451/jkg.v6i2.2144
Zatihulwani, E. Z., Sasmito, N. B., & Setyowati, I. (2023). Kepatuhan Pembatasan Cairan Dan Kejadian Hipervolemia Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Di Ruang Hemodialisis. Konferensi Nasional Ilmu Kesehatan STIKES Adi Husada, 1(1), 30–42. Surabaya: STIKES Adi Husada.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Desak Putu Risna Dewi, Ni Luh Putu Lely Lestari, Dwi Oktavyanti, Gede Arya Bagus Arisudhana

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

