HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE IBU DAN AYAH PEROKOK DENGAN DERAJAT STUNTING PADA BALITA DI DESA PRINGGARATA KECAMATAN PRINGGARATA KABUPATEN LOMBOK TENGAH
The Relationship Between Personal Hygiene Of Mothers And Fathers Who Smoke And The Degree Of Stunting In Pringgarata Village Pringgarata District Central Lombok Regency
DOI:
https://doi.org/10.55887/jski.v3i2.35Keywords:
Stunting, Toddlers, Personal hygiene, PerokokAbstract
Latar Belakang: Stunting adalah masalah gizi kronis yang berdampak pada pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan produktivitas anak di masa depan. Desa Pringgarata memiliki prevalensi stunting sebesar 6,48% (43 balita), angka tertinggi di Kabupaten Pringgarata. Faktor lingkungan, termasuk kebersihan pribadi ibu dan paparan asap rokok dari ayah perokok, diduga berkontribusi terhadap kejadian stunting. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara kebersihan pribadi ibu dan ayah (kebiasaan merokok) dengan tingkat stunting pada balita di Desa Pringgarata, Kabupaten Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional dan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh balita stunting berusia 12–59 bulan di Desa Pringgarata (43 balita), menggunakan teknik total sampling sehingga seluruh populasi disampel. Data dikumpulkan melalui kuesioner untuk menilai kebersihan pribadi ibu (kebiasaan mencuci tangan) dan perilaku merokok ayah, serta pengukuran antropometri untuk menentukan tingkat stunting. Analisis data menggunakan uji chi-square/Fisher Exact Test. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara personal hygiene ibu (kebiasaan mencuci tangan), dengan kejadian stunting (p=0,037), dan tidak ada hubungan yang signifikan antara, perilaku merokok ayah dengan derajat stunting (p=1,000). Sebagian besar balita stunting berasal dari lingkungan dimana, ibu dengan perilaku hygiene yang kurang baik dan balita yang tidak terpapar asap rokok secara langsung. Kesimpulan: Bahwa ayah perokok, tidak menjadi penyebab utama terjadinya stunting dan personal hygiene ibu, berperan dalam meningkatkan resiko terjadinya stunting, sehingga perlu pencegahan serta intervensi dalam mempertimbangkan pendekatan sosial dan edukatif keluarga balita.
References
Adzura, M., Yulia, Y., Fathmawati, F., 2021. Hubungan Sanitasi Air Bersih dan Mencuci Tangan
Dengan Kejadian Stunting pada Balita Di Indonesia. Sulolipu Media Komun. Sivitas Akad. Dan Masy. 21, 79. https://doi.org/10.32382/sulolipu.v21i1.209
Datusolang SW at al, (2024). Hubungan Kualitas Fisik Air Bersih dan kebiasaan Cuci Tangan Pakai Sabun dengan Kejadian Stunting. JOURNAL OF NONCOMMUNICABLE DISEASES Volume 4(1), 42-54 http://dx.doi.org/10.5236/jond.v4i1.981 The Lancet Child & Adolescent Health, 4(8), 627–639.
Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah. (2024). Data Prevalensi Stunting Kabupaten Lombok Tengah Tahun 2024. Mataram: Dinas Kesehatan.
Dwan, K., et al. (2020). Environmental Enteric Dysfunction and stunting in children: A systematic review.
Harahap, S., Lubis, N.L., Nurmaini, N., 2024. Hubungan Faktor Personal dan Lingkungan dengan Perilaku Merokok di dalam Rumah Pada Kepala Keluarga yang Memiliki Balita di Kota Padangsidimpuan.
MAHESA Malahayati Health Stud. J. 4, 4465–4475. https://doi.org/10.33024/mahesa.v4i10.15699
Kemenkes RI. (2024). Panduan Pencegahan Stunting. Jakarta: Kementerian Kesehatan.
Puspita, D. (2022). Pengaruh perilaku merokok ayah terhadap kejadian stunting pada balita. Jurnal Kesehatan Anak, 15(2), 112–125.
Rezki, A.I.C., Palancoi, N.A., Sabry, M.S., 2024. Hubungan Faktor Kesehatan Lingkungan terhadap Kejadian Stunting pada Balita di Wilayah Puskesmas Kassi-Kassi 20
Suhamdani H et al, (2021). Gambaran Tumbuh Kembang Balita Stunting Umur 24-60 Bulan di Desa Pringgarata Wilayah Kerja UPTBLUD Puskesmas Pringgarata.Jurnal Kesehatan Qamarul Huda,Volume 9, Nomor 1 Juni 2021
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Heri Bahtiar, Maelina Ariyanti, Restia

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

